JUAL BELI DENGAN ORANG KAFIR

JUAL BELI DENGAN ORANG KAFIR

Pada asalnya, orang muslim boleh membeli kebutuhannya dari siapa saja; baik orang muslim maupun orang kafir. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membeli dari orang Yahudi. Akan tetapi, hukum berubah menjadi haram ketika orang muslim membeli dari orang kafir dan meninggalkan pedagang muslim tanpa sebab. Selain dapat melemahkan perdagangan kaum muslimin jika dilakukan terus menerus, mengutamakan orang kafir ketimbang orang muslim tanpa alasan juga merupakan perbuatan terlarang. Hal itu termasuk bentuk loyalitas, ridha dan cinta kepada orang-orang kafir.

Diantara sebab yang membolehkan seorang muslim untuk berpaling dari pedagang muslim dan lebih memilih untuk membeli dari orang kafir adalah faktor kualitas barang, akurasi timbangan, mahal murah harga, jauh dekat jarak, dan seterusnya. Hal yang semestinya dilakukan adalah memberikan nasehat kepada pedagang muslim tersebut agar tetap menjaga kualitas barang, tidak melakukan kecurangan dan seterusnya. Kalau dia menerima nasehat tersebut, alhamdulillah, kalau tidak, maka seorang muslim tetap boleh membeli kebutuhanya dari orang lain sekalipun kafir.

@ Catatan faedah dari kumpulan fatwa al-Lajnah Ad-Daa-imah, pembahasan jual beli.

Rimba Melintang | 28 Juni 2018 | Muhammad Abu Rivai

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *