HARAM DIMANFAATKAN, HARAM UNTUK DIJUAL

HARAM DIMANFAATKAN, HARAM UNTUK DIJUAL

Diharamkan menjual alat-alat musik, cangklong, dan benda-benda lain yang merupakan sarana kemaksiatan dan kemusyrikan seperti patung, binatang yang diawetkan dan lain-lain. Benda-benda yang haram dimanfaatkan, haram pula diperjualbelikan. Selain itu, perkara tersebut merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap kemungkaran, kerusakan, kemaksiatan, bid’ah dan kemusyrikan.

@ Muhammad Abu Rivai

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

DUA SYARAT HIDUP BERKAH

DUA SYARAT HIDUP BERKAH

Al-Barakah secara bahasa artinya berkembang, bertambah dan kebahagiaan. (Al-Misbahul Munir, 1/45. Al-Qamus Al-Muhith, 2/1236. Lisanul Arab 10/395). Imam Nawawi –semoga Allah selalu merahmatinya- mengatakan bahwa “Asal makna keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan abadi.” (Syarhu Shahih Muslim, oleh An-Nawawi 1/225)

Ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup; yaitu iman dan amal salih.

SYARAT PERTAMA : IMAN KEPADA ALLAH

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” [QS. Al-A’raf : 96]

Syarat terpenting untuk mendapatkan keberkahan adalah beriman kepada Allah dan merealisasikan iman dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman dan tidak merealisasikan iman dalam kehidupannya, niscaya mereka tidak akan mendapatkan keberkahan.

Berikut adalah beberapa contoh perwujudan iman dalam kehidupan seseorang, diantaranya:

  • Yakin dan sadar bahwa semua rezeki dan kenikmatan apapun yang didapatkan adalah bentuk karunia dan kemurahan dari Allah, bukan didapatkan semata-mata karena kerja keras dan kejeniusan seseorang. Yakin dan sadar bahwa Allah telah menentukan rezeki hamba-Nya sejak masih dalam kandungan serta tidak melupakan Allah ketika mendapatkan kenikmatan. Allah telah mengingatkan,

“Qarun berkata : “Sesunguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak harta kumpulannya ..” [QS. Al-Qashah : 78]

 

  • Selalu menyebut nama Allah ketika hendak menggunakan kenikmatan yang Allah berikan seperti makan, minum dan menggauli istri.

 

“Dari Aisyah –semoga Allah selalu meridainya-, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu ketika sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang Arab badui, lalu menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan (saja). Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ketahuilah, seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Bismillah), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian”. [HR Ahmad, An-Nasa-i dan Ibnu Hibban]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda,

“Ketahuilah bahwasanya salah seorang dari kamu bila hendak menggauli istrinya ia berkata: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami”, kemudian mereka berdua dikaruniai anak (hasil dari hubungan tersebut) niscaya anak itu tidak akan diganggu setan” [HR Al-Bukhari]

SYARAT KEDUA : MELAKUKAN AMAL SALIH

Melakukan amal salih artinya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Amal salih adalah perwujudan takwa yang merupakan syarat untuk mendapatkan keberkahan sebagaimana yang Allah telah sebutkan di dalam QS. Al-A’raf ayat 96 di atas.

Allah ta’ala berfirman,

“Dan sekiranya mereka benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka” [QS. Al-Ma’idah : 66]

Para ulama tafsir menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan “mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki”, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala akan melimpahkan kepada mereka rezeki yang sangat banyak dari langit dan dari bumi, sehingga mereka akan mendapatkan kecukupan dan berbagai kebaikan, tanpa susah payah, letih, lesu, dan tanpa adanya tantangan atau berbagai hal yang mengganggu ketentraman hidup mereka. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/76)

Allah ta’ala juga berfirman,

“Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabbmu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu” [QS. Al-kahfi : 82]

Allah mengirim nabi Khidir untuk membangun kembali dinding yang hendak roboh demi menjaga harta warisan yang dimiliki dua anak yatim tersebut. Sebabnya adalah kesalihan kakeknya yang ketujuh, sebagaimana yang disebutkan oleh ulama ahli tafsir. Jadi ayah yang dimaksud pada ayat tersebut bukanlah ayah kandungnya. Walau demikian, ternyata pengaruh kesalihan itu masih bisa dirasakan oleh cucu di keturunan ketujuh.

Ibnu Katsir –semoga Allah selalu merahmatinya- berkata,

“Pada kisah ini terdapat dalil bahwa anak keturunan orang shalih akan dijaga, dan keberkahan amal shalihnya akan meliputi mereka di dunia dan di akhirat. Ia akan memberi syafa’at kepada mereka, dan derajatnya akan diangkat ke tingkatan tertinggi, agar orang tua mereka menjadi senang, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/99)

Berlaku sebaliknya, yaitu ketika seseorang enggan melaksanakan amal salih dan justru mengerjakan kemaksiatan, maka Allah akan menjauhkannya dari kebaikan dan menghilangkan keberkahan dari hidupnya.

@ Muhammad Abu Rivai

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

BERHENTI MENJUAL ROKOK

BERHENTI MENJUAL ROKOK

Rokok merupakan barang yang sangat buruk dan berbahaya. Tidak boleh diisap dan tidak boleh diperjualbelikan. Kaidahnya, jika Allah telah mengharamkan sesuatu, maka Allah juga mengharamkan hasil penjualannya. Hal yang wajib Anda lakukan adalah berhenti menjual rokok, bertaubat kepada Allah dan hanya menjual barang-barang yang dibolehkan saja, yang di dalamnya mengandung kebaikan dan keberkahan. Siapapun yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.

@ Muhammad Abu Rivai

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

BANGUN RUMAH DARI UANG RIBA

BANGUN RUMAH DARI UANG RIBA

Seseorang yang telah membangun rumah dengan uang pinjaman yang mengandung riba, maka rumah itu tidak perlu dirobohkan atau dihancurkan. Boleh dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau yang lainnya. Hal yang harus dilakukan adalah menyelesaikan pembayaran hutangnya, bertaubat memohon ampunan kepada Allah, menyesali hal yang telah terjadi dan berjanji dengan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan yang serupa. Mudah-mudahan Allah memberikan ampunan atas kelalaian dan ketidaktahuan orang tersebut.

@ Muhammad Abu Rivai

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom