REZEKI YANG HALAL MASIH BANYAK

REZEKI YANG HALAL MASIH BANYAK

Allah tidak pernah memaksa kita untuk mengembangkan harta dan menjaganya dari pengurangan dengan cara menyimpannya di bank-bank yang disertai bunga, misalnya. Allah juga tidak pernah mempersempit jalan kita untuk mencari rezeki sehingga kita harus kehabisan jalan dan tidak ada cara lain kecuali bermuamalah dengan riba.

Sebaliknya, Allah mensyariatkan agar kita menginvestasikan harta melalui perdagangan, pertanian, perindustrian dan berbagai produksi atau investasi halal lainnya untuk mengembangkan harta dengan cara yang dibenarkan. Allah telah menjelaskan mana yang halal dan mana yang haram.

Barangsiapa mampu untuk mengelola dan terjun langsung menyusuri jalan-jalan rezeki yang halal, hendaklah dia melakukannya. Namun bagi yang tidak mampu melakukannya, hendaklah dia menyerahkan hartanya kepada orang yang memiliki keahlian dan dapat dipercaya untuk mengelola kekayaannya agar kemudian dilakukan bagi hasil. Inilah yang disebut dengan kerja sama, mudharabah usaha dagang, pertanian atau peternakan, dan sesuai dengan jenis pekerjaan yang diinginkan.

Jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki yang halal masih banyak dan terbuka lebar. Usaha-usaha yang halal untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan masih bisa diperoleh dengan pertolongan Allah melalui pembagian keuntungan dan kerugian yang sama rata antara pihak yang melakukan kerja sama.

Dengan begitu, anggapan orang yang menyebutkan bahwa tidak ada jalan untuk menjaga kekayaan agar tidak berkurang kecuali dengan menyimpannya di bank dengan bunga yang berbau riba adalah salah.

@ Lenggadai Hulu | 1 Juli 2018 | Muhammad Abu Rivai

 

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *