SEDIKIT ATAU BANYAK, RIBA TETAP HARAM

SEDIKIT ATAU BANYAK, RIBA TETAP HARAM

Riba tetap haram dimanapun dan dalam bentuk apapun, baik bagi pemilik modal maupun orang yang berhutang dengan bunga, baik orang yang meminjam itu kaya ataupun miskin. Keduanya menanggung dosa dan sama-sama terlaknat, bahkan orang-orang yang membantu melakukan perbuatan tersebut juga ikut terlaknat; baik juru tulis, saksi ataupun yang lainnya.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَن جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ  *  يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Adapun orang yang mengulangi (mengambil riba) maka mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 275-276)

Orang muslim baik kaya maupun miskin tidak boleh meminjam dari bank atau yang lainnya dengan suku bunga 5%, 15%, lebih ataupun kurang dari itu. Hal ini termasuk riba dan merupakan dosa besar. Allah telah menyiapkan banyak jalan untuk memperoleh rezeki yang halal; baik sebagai karyawan, pegawai negeri ataupun pengelola dana orang lain dengan sistem bagi hasil.

@ Lenggadai Hulu | 1 Juli 2018 | Muhammad Abu Rivai

 

Website : www.aburivai.com

Telegram : t.me/aburivaicom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *